Loading...

Senin, 14 Maret 2011

Pelayanan Bahan Pustaka

Inisiasi 1


DASAR-DASAR LAYANAN PERPUSTAKAAN


Kegiatan perpustakaan merupakan kegiatan layanan atau jasa, yang dapat dikelompokkan ke dalam 2 (dua) kelompok layanan, yaitu layanan teknis dan layanan pemakai. Layanan teknis, adalah kegiatan back office perpustakaan, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan persiapan penyajian bahan pustaka pada pemakai, seperti kegiatan pengadaan dan pengolahan bahan pustaka.



Setelah bahan pustaka selesai diolah maka bahan pustaka siap disajikan kepada pemakai, agar dapat digunakan baik untuk dibaca ditempat, dipinjam, difotokopi atau sebagai informasi rujukan. Dalam hal ini yang menanganinya adalah kegiatan layanan pemakai atau layanan front office perpustakaan.



Hakikat Layanan Perpustak:

Pemberian layanan informasi kepada pemakai perpustakaan yang berkaitan dengan:

1.penyediaan segala bentuk bahan pustaka yang dibutuhkan pemakai, baik untuk digunakan di perpustakaan atau di luar perpustakaan;

2.penyediaan berbagai sarana penelusuran informasi yang dapat merujuk pada keberadaan bahan pustaka yang dibutuhkan pemakai, baik yang dimiliki perpustakaan atau di luar perpustakaan.



Tujuan Layanan Perpustakaan:

Untuk membantu memenuhi kebutuhan informasi pemakai secara tepat dan akurat, yaitu melalui penyediaan bahan pustaka dan penyediaan sarana penelusurannya. 



Fungsi Layanan Perpustakaan:

Secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi kegiatan layanan perpustakaan adalah sebagai jembatan antara bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan dengan pemakai yang membutuhkannya guna mengoptimalisasikan pemanfaatan bahan pustaka/ sumber informasi yang ada. 



Jenis-jenis Layanan Pemakai: 



a. Layanan Ruang Baca

b. Layanan Sirkulasi Bahan Pustaka

c. Layanan Referens

d. Layanan Akses Internet

e. Layanan Koleksi Audio Visual

f. Layanan Fotokopi

g. Layanan Penelusuran Literatur

h. Layanan Pendidikan Pemakai
i. Layanan Informasi Kilat (Current Awareness 
Services)
j. Layanan Penyebaran Informasi Terseleksi 
(Selected Dissemination of Information)
k. Layanan Pembuatan Paket Informasi
l. Layanan peminjaman antar perpustakaan 
(interlibrary loan services)
m. Layanan penerjemahan
n. Layanan kelompok pembaca khusus (anak, remaja, 
manula)
o. Layanan perpustakaan keliling
dan lain-lain.



Sistem Layanan Perpustakaan:

Ada 2 (dua) macam sistem layanan yang biasa digunakan di perpustakaan, yaitu sistem sistem layanan terbuka dan sistem layanan tertutup. Pengelompokkan ini didasarkan pada kebebasan yang diberikan perpustakaan kepada pemakai dalam menemukan bahan pustaka yang ada di perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemakai. 



Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan sistem layanan terbuka atau sistem layanan tertutup, yaitu antara lain: 

a. Pertimbangan mengenai keselamatan koleksi;

b. Pertimbangan jenis koleksi dan sifat rentan 

koleksi. Untuk koleksi audio visual, mikro dan 

koleksi khusus biasanya diterapkan sistem 

layanan tertutup;

c. Perbandingan antara jumlah staf, jumlah koleksi, 

dan jumlah pemakai;
d. Luas gedung perpustakaan;
e. Perbandingan antara jam layanan dan jumlah staf 
perpustakaan.



Sistem layanan tertutup adalah sistem layanan yang membatasi pemakai untuk melakukan browsing ke jajaran koleksi atau rak penyimpanan bahan pustaka. Dalam sistem ini petugas selalu membantu pemakai dalam mengambil bahan pustaka yang dibutuhkan. Sedangkan dalam sistem layanan terbuka, pemakai diberi kebebasan untuk langsung melakukan browsing sendiri ke jajaran koleksi.



Kelebihan dari sistem layanan tertutup adalah sebagai berikut:

a. jajaran koleksi akan lebih terjaga kerapihannya.

b. kemungkinan terjadinya kehilangan atau kerusakan bahan pustaka lebih kecil.

c. ruangan yang dibutuhkan untuk jajaran koleksi tidak terlalu luas.

d. Sangat sesuai untuk koleksi yang rentan terhadap kerusakan atau bersifat khusus.



Sedangkan kelemahan dari sistem layanan tertutup, antara lain sebagai berikut:

a. pemakai hanya dapat membayangkan fisik dan isi bahan pustaka sesuai dengan keterangan yang tercantum pada katalog;

b. pemakai agak sulit untuk mencari alternatif lain bila dokumen yang diperlukan ternyata tidak sesuai dengan yang dibutuhkan; 

c. diperlukan petugas layanan lebih banyak. 

d. bila petugas terbatas, sedangkan permintaan cukup banyak maka waktu yang diperlukan pemakai untuk menunggu jadi lebih lama. 



Kelebihan dari sistem layanan terbuka, antara lain yaitu:

a. pemakai bebas memilih bahan pustaka yang dibutuhkan langsung pada jajaran koleksi. 

b. pemakai dapat menemukan koleksi lain yang sesuai atau menarik minat langsung pada jajaran koleksi sehingga dapat meningkatkan minat baca pemakai.

c. pemakai dapat langsung mencari alternatif lain dengan subjek yang sama pada jajaran koleksi secara cepat.

e. tidak memerlukan petugas yang banyak untuk melayani pengambilan koleksi.



Sedangkan kelemahan dari sistem layanan terbuka, antara lain sebagai berikut:

a. susunan jajaran koleksi menjadi sulit teratur;

b. Kemungkinan bahan pustaka hilang lebih tinggi. 

c. Terjadi kerusakan koleksi.



Peraturan dan Tata Tertib Perpustakaan:



Beberapa masalah yang harus dicakup dalam peraturan dan tata tertib tersebut, antara lain:

1. Etika di perpustakaan

2. Keanggotaan perpustakaan

3. Bahan pustaka yang tersedia dan bahan pustaka yang 

dapat dipinjamkan.

4. Sistem penyelenggaraan perpustakaan, meliputi: 

peraturan peminjaman, dan peraturan penggunaan 

fasilitas.
5. Waktu pelayanan dan jam buka perpustakaan.
6. Sanksi dan hukuman bila melanggar peraturan.



Peraturan dan tata tertib yang telah dibuat harus dumumkan agar dapat diketahui oleh seluruh pemakai perpustakaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menempelkan pengumuman mengenai peraturan dan tata tertib tersebut pada papan pengumuman, membagikan lembar pengumuman kepada setiap pemakai yang mendaftar sebagai anggota perpustakaan baru.



Di bagian pelayanan, pengumuman ini dapat ditempel permanen di papan pengumuman dekat pintu masuk ruang pelayanan agar dapat segera diketahui oleh setiap pemakai yang memasuki ruang perpustakaan. Khusus untuk peraturan mengenai pemanfaatan fasilitas atau koleksi khusus maka pengumuman sebaiknya diletakkan dekat pintu masuk ruang layanan tersebut, misalnya peraturan dan atau prosedur layanan koleksi Audio Visual harus diletakkan di dekat pintu masuk Ruang Baca Audio Visual.



Adapun larangan-larangan yang dapat diterapkan antara lain:

1. Merokok, makan dan minum di ruang perpustakaan;

2. Membuat gaduh, berbicara keras, bersenda gurau sehingga mengganggu ketenangan pemakai perpustakaan lainnya.

3. Merusak dan atau mencorat-coret bahan pustaka dan fasilitas perpustakaan.

4. Meletakkan buku sembarangan langsung ke jajaran koleksi.

5. Membawa bahan pustaka ke luar perpustakaan tanpa melalui proses peminjaman.

6. membuang sampah sembarangan.

7. terlambat mengembalikan bahan pustaka yang dipinjam.



Pemakai perpustakaan yang melanggar aturan dan larangan tersebut harus diberi sanksi atau hukuman yang jelas yang bersifat mendidik, misalnya:

- anggota perpustakaan yang terlambat mengembalikan pinjaman buku dapat dikenakan denda per hari Rp. 500,-

- pemakai yang merusak bahan pustaka atau fasilitas perpustakaan harus dapat memperbaikinya atau mengganti dengan yang baru.

- Anggota perpustakaan yang menghilangkan bahan pustaka yang dipinjamnya harus mengganti bahan pustaka tersebut dengan judul yang sama atau hampir sama 

- Pemakai perpustakaan yang kedapatan membawa bahan pustaka ke luar perpustakaan tanpa melalui proses administratif dapat dicabut haknya sebagai anggota atau masuk dalam daftar hitam (black list) sehingga tidak dapat menggunakan fasilitas perpustakaan lagi di kemudian hari.




Inisiasi 2



Pengertian dan Tujuan Layanan Sirkulasi
Layanan sirkulasi disediakan untuk mengantisipasi pemakai yang menginginkan untuk membaca bahan pustaka yang diminati di rumah karena tidak semua pemakai perpustakaan suka atau memiliki waktu untuk membaca di perpustakaan. Selain untuk memfasilitasi pemakai yang membutuhkan bahan pustaka untuk dibaca di rumah, layanan ini juga ditujukan untuk meningkatkan keterpakaian bahan pustaka secara optimal.
Tujuan layanan kegiatan sirkulasi adalah:
a.Agar pemakai dapat memanfaatkan koleksi seoptimal mungkin.
b.Diketahuinya anggota yang meminjam koleksi tertentu dan waktu pengembaliannya. Hal ini memudahkan penelusuran bahan pustaka tersebut bila dibutuhkan oleh pemakai lainnya.
c.Terjaganya keamanan bahan pustaka. Meski sedang dipinjam, tetapi dapat diketahui siapa yang meminjam dan kapan batas waktu pengembalian.
d.Diketahuinya tingkat keterpakaian koleksi yang dimiliki perpustakaan.
Untuk melancarkan kegiatan pada bagian sirkulasi, perlu dibuatkan buku petunjuk sebagai pedoman bagi petugas bagian sirkulasi dan anggota perpustakaan yang hendak meminjam bahan pustaka. Buku petunjuk tersebut hendaknya memuat keterangan-keterangan sbb:
1. Peraturan penggunaan bahan pustaka
2. Jenis-jenis bahan pustaka yang boleh dipinjam.
3. Keterangan mengenai tanda/ kode koleksi.
4. Jangka waktu peminjaman, besaran denda bila terlambat dalam mengembalikan pengembalian dan sanksi.
5. Prosedur peminjaman.
Terdapat berbagai macam sistem sirkulasi yang dapat diterapkan di perpustakaan besar maupun kecil. Banyaknya sistem tersebut menunjukan adanya dinamika dan perkembangan sistem sirkulasi itu sendiri. Dari waktu ke waktu sistem sirkulasi diperbaiki untuk menjawab layanan perpustakaan yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan aspek tertib administrasi layanan. Adapun beberapa sistem sirkulasi tersebut antara lain sebagai berikut:
1.Sistem buku/ kartu besar
2.Sistem sulih
3.Sistem formulir tak berkarbon/NCR (No Required Carbon)
4.Sistem BIC (Book Issue card)
5.Sistem ’token charging’
6.Sistem Browne
7.Sistem Islington (variasi Browne)
8.Sistem Newark
9.Sistem kartu tebuk
10.Sistem Terkomputerisasi


Inisiasi 3
LAYANAN REFERENS

Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda atas materi pembelajaran ini maka bacalah rangkuman berikut ini:
1. Layanan referens adalah layanan yang berkaitan dengan bantuan pustakawan secara pro aktif kepada pemakai dalam mencari informasi yang dibutuhkan baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Layanan referens lebih dititikberatkan pada pelayanan individu agar para pemakai perpustakaan mampu mendayagunakan sumber-sumber informasi referens secara mandiri. Tujuan kemandirian ini adalah untuk memperlancar tugas-tugas kepustakawanan, sehingga akan menghemat tenaga dan waktu bagi pustakawan.
2. Beberapa alasan perpustakaan menyelenggarakan layanan referens, yaitu
a. penyediaan fasilitas belajar
b. penyediaan sumber-sumber bacaan untuk belajar
c. penyediaan bantuan staf perpustakaan
d. penyediaan layanan informasi umum.
3. Fungsi layanan referens adalah:
a. Membantu pustakawan dalam mengorganisasikan dan memanfaatkan koleksi referens secara efektif;
b. Meningkatkan peran pustakawan referens sebagai subjek spesialis pada bidang disiplin ilmu tertentu;
c. Meningkatkan kualitas layanan yang dapat berpengaruh pada image perpustakaan dan kualitas pustakawan referens;
d. Memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para pemakai informasi dalam melakukan penelusuran informasi
4. Tujuan pelayanan referens adalah:
a. Membimbing pemakai agar mempunyai kemandirian dalam memanfaatkan koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan
b. Membantu menyeleksi dan memilihkan sumber rujukan yang tepat dalam menjawab pertanyaan pada subjek/bidang tertentu
c. Memberi pengarahan kepada pemakai perpustakaan guna memperluas wawasan pemakai mengenai suatu topik/subjek. Hal ini dikarenakan penjelasan maupun suatu masalah yang dibahas dalam suatu sumber diuraikan dalam gaya yang berbeda.
d. Tercapainya efisiensi tenaga, biaya dan waktu dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan yang efektif.
5. Layanan referens dapat dikelompokkan dalam 2 (dua) kategori menurut fungsinya, yaitu:
a. Layanan referens atau informasi (fungsi informasi).
Instruksi formal dan informal mengenai penggunaan perpustakaan dan sumber-sumbernya (fungsi instruksi).


Sumber Informasi Referens


1. Ciri-ciri koleksi referens adalah sebagai berikut:
a. Koleksi referens ditujukan untuk keperluan konsultasi.
Koleksi referens tidak dimaksudkan untuk dibaca seperti buku fiksi atau buku teks karena tidak berkesinmabungan.
b. Koleksi referens seringkali terdiri dari entri yang terpotong-potong, dan tidak sama panjang.
c. Koleksi referens biasanya tidak dipinjamkan karena sering digunakan sebagai bahan konsultasi.

Bentuk-bentuk sumber informasi atau koleksi referens yaitu:
a. Berisi informasi yang dibutuhkan atau jawaban langsung (direct source).
b. Berisi informasi yang mengarahkan pembaca ke sumber lain yang ditunjukkan apabila ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang suatu masalah (indirect source).

. Cara penyajian informasi atau susunan dari koleksi referens, yaitu terdiri dari:
a. Susunan Alfabetis atau berdasarkan urutan abjad;
b. Susunan sistematis atau berdasarkan urutan logis;
c. Susunan kronologis atau berdasarkan urutan waktu/kronologis.
5. Jenis-jenis pertanyaan referens menurut Katz (1982) dapat dibagi ke dalam 4 (empat) tipe, yaitu:
a. Pertanyaan langsung
b. Ready Reference
c. Subjek khusus – penelusuran khusus





INISIASI 4
LAYANAN LITERATUR

1. Pengertian layanan literatur atau disebut juga layanan bibliografi terbagi dua:
a. Pengertian umum, layanan literatur adalah suatu kegiatan layanan perpustakaan dalam bentuk pemberian bantuan pustakawan kepada pengguna untuk menemukan informasi literatur mengenai suatu subjek tertentu sesuai kebutuhan informasi pengguna.
b. Pengertian khusus, layanan literatur adalah kegiatan layanan perpustakaan dengan menyediakan daftar literatur atau daftar bibliografi mengenai subjek-subjek tertentu yang kiranya akan diperlukan oleh pengguna perpustakaan

2. Tujuan diadakan layanan literatur adalah untuk memberikan kemudahan bagi pengguna perpustakaan dalam mendapatkan informasi literatur yang sesuai dengan keinginannya.

3. Bibliografi terbagi dalam 3 (tiga) kategori, yang meliputi :
a. Bibliografi sistematik atau enumeratif;
b. Bibliografi analitis atau kritis;
c. Bibliografi historis.

4. Literatur dibagi dalam tiga jenis, yaitu : literatur primer, literatur sekunder, dan literatur tersier. Pengertian literature primer, yaitu bahan orisinal oleh pengelola perorangan atau kelompok berdasarkan penelitian atau pemikiran kreatif, maupun penjelasan sebuah gagasan dalam suatu bidang. Untuk pengertian literatur sekunder ialah modifikasi dari literatur primer dengan susunan baru untuk maksud tertentu. Sedangkan pengertian literatur tertier merupakan literatur yang sudah diubah tiga kali (3x) dari literatur primer atau dengan kata lain merupakan modifikasi dari literatur sekunder.

5. Jasa penelusuran literatur yang umumnya disediakan di perpustakaan, ialah :
a) Selective Dissemination of Information (SDI) atau yang dikenal sebagai penyebaran informasi terpilih untuk perpustakaan yang sudah berkomputer atau ada akses ke data bank informasi dapat memilih judul-judul dan abstraknya, kemudian diberikan kepada pembaca yang memesannya.
b) Current Awareness Service (CAS) atau dikenal sebagai jasa kesiagaan informasi ialah layanan perpustakaan kepada individu-individu yang meminta agar kalau ada bahan yang baru dari majalah ia diberitahu.
c) Current Content yang biasanya berupa daftar isi majalah yang diterima perpustakaan dan disebarkan kepada pembaca yang berminat.





INISIASI 5


C. Pemanfaatan Internet dalam Penelusuran Informasi

Internet adalah jaringan luas komputer, yang biasa disebut dengan worldwide network. Dengan internet maka kita akan dapat mencari dan mendapatkan jutaan informasi, mulai dari informasi kota-kota dunia, pemerintahan, budaya, teknologi, pribadi, berita, majalah dan Koran dari seluruh dunia dan sebagainya. Jadi singkatnya internet adalah sumber informasi dan alat komunikasi serta hiburan.

Beberapa fasilitas yang dapat kita manfaatkan dari internet yaitu:
1. Browser (Web Browser)
Browser adalah suatu program atau perangkat lunak yang berfungsi untuk menghubungkan komputer kita ke internet, lebih jelasnya Browser adalah suatu program yang digunakan untuk mengakses internet. Browser disebut juga dengan Web Browsing. Kita bisa memilih salah satu browser yang kita inginkan , misalnya: Internet Explorer (produk Microsoft Corporation), Netscape Communicator (produk Netscape), Mosaic atau yang lain.
2. E-Mail (Electronic Mail)
E-Mail (surat elektronik) adalah proses surat-menyurat yang dilakukan dalam internet, surat tersebut dapat berupa teks atau file. Kita dapat mengirim e-mail dengan gratis (bebas biaya) dengan menggunakan yahoo.com, hotmail.com, mailcity,com dan lain-lain.
3. Home Page
Home page adalah halaman yang ditampilkan setiap kali kita membuka Netscape Communicator atau internet Explorer.
4. Web Page
Internet terdiri dari berjuta-juta halaman, dan setiap halaman disebut dengan halaman web (web page). Sedangkan halaman yang pertama kali muncul ketika kita browser Netscape Communicator atau internet Explorer) disebut dengan home page. Web Page biasa juga disingkat dengan Web atau halaman saja. Web Page, disebut juga dengan URL (alamat internet).
5. Web Site
Web Site adalah suatu menu yang terdapat di dalam suatu halaman (biasa disingkat dengan site dan di – indonesiakan menjadi situs)
6. Chating
Chating adalah komunikasi dengan sesama pemakai internet yang sedang on-line. Komunikasi dapat berupa teks atau suara (tergantung peralatan yang terpasang pada komputer kita).



Inisiasi 6
Sistem Peminjaman Kuno

Sistem peminjaman pada awalnya menggunakan buku catatan. Pencatatan buku-buku yang dipinjam dan nama peminjam ditulis dalam sebuah buku catatan. Sistem ini dikembangkan menjadi sistem ledger. Pencatatan buku yang dipinjam ada pada halaman di mana nama seorang peminjam berada. Ini juga masih menggunakan buku. Perkembangan selanjutnya adala sistem dummy. yaitu, buku-buku yang dipinjam digantikan oleh dummy yaitu dengan cara mencatat nomor peminjam dan bilamana buku harus dikembalikan. Sistem ini dianggap kurang praktis, dan digantikan sistem slip. Sistem ini kemudian berkembang menjadi sistem kartu dan muncullah Sistem Peminjaman Browne. Walaupun penciptanya orang Amerika, tetapi disukai di Inggris.

Sistem Peminjaman Browne ditemukan oleh Nina E. Browne, pustakawan Library Bureau di Boston, Massachussette, awal abad ke-20. Sistem peminjaman ini digunakan oleh banyak perpustakaan di Inggris. Dalam sistem pelayanan hastawi (manual) sistem ini memiliki kecepatan yang tinggi dibandingkan sistem hastawi yang lain.
Sistem Peminjaman Browne terdesak oleh datangnya sistem peminjaman berkomputer, seperti VTLS (Virginia Tech Library System), daru USA, SISPUKOM (Sistem Perpustakaan Berkomputer) dari Malaysia.
Sistem Peminjaman (Nework Changing System)
Sistem Peminjaman Newark mulai dipakai pada tahun 1900 oleh Perpustakaan Umum Newark New Jersey, semasa dipimpin oleh John Cotton Dana. Sistem Peminjaman Newark memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan.

Keuntungan sistem ini adalah:
1. masing-masing peminjam bisa mengetahi buku macam apa yang
sering dipinjamnya,
2. setiap saat bisa diketahui buku ada di mana, siapa yang
meminjam, dan bilamana harus dikembalikan,
3. jika ada perbedaan waktu peminjaman, bisa dicatat dengan
mudah,
4. buku-buku yang dipesan bisa diketahui di mana adanya,
5. petugas nonprofesional bisa mengerjakan pekerjaan ini dengan
baik,
6. dalam sebuah perpustakaan besar dengan banyak cabangnya,
kartu peminjaman bisa, dipergunakan di cabang mana saja, dan
7. penyiangan bisa dikerjakan dengan baik.

Sedang kekurangan Sistem Peminjaman Newark adalah:
1. pekerjaan rutin lambat, memakan banyak waktu dan membosankan,
2. sangat mudah terjadi kesalahan dalam mencatat nomor panggil
buku ke dalam kartu anggota,
3. pada jam-jam sibuk, meja peminjaman bisa berantakan, karena
begitu banyak transaksi yang harus diselesaikan,
4. memerlukan dua jajaran pendaftaran. Satu, jajaran nama
anggota perpustakaan yang disusun menurut abjad, lengkap
dengan alamat mereka masing-masing. Kedua, jajaran nomor
pendaftaran,
5. tiap buku memerlukan tiga kartu yang menuntut waktu dalam
mengerjakannya, yaitu kartu buku, kantong kartu buku, dan
batas waktu peminjaman, dan
6. lembaran batas waktu tanggal kembali ditempelkan di bagian
belakang buku yang membuat buku menjadi kelihatan kotor.


 Inisiasi 7

PENDIDIKAN PEMAKAI PERPUSTAKAAN
Bimbingan pemakai perpustakaan atau pendidikan pemakai perpustakaan memiliki nama yang berbeda-beda (tergantung dari jenis perpustakaannya). Pada perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi, kegiatan ini dinamakan ‘pendidikan pemakai perpustakaan’; pada perpustakaan umum kegiatan semacam ini dinamakan dengan ‘library tour’, sedangkan di perpustakaan khusus dinamakan ‘orientasi perpustakaan’. Pada bab selanjutnya akan terlihat, bahwa dalam pendidikan pemakai Perpustakaan ternyata ada beberapa tingkatan dan media yang dapat digunakan, dimana istilah-istilah tersebut ternyata adalah adalah salah satu dari tingkatan ataupun media yang digunakan dalam pendidikan pemakai Perpustakaan.

1. Pendidikan pemakai adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan kepada pengguna perpustakaan agar dapat mendayagunakan fasilitas, koleksi, informasi dan layanan yang tersedia di perpustakaan secara efektif.
2. Pada umumnya kegiatan pendidikan pemakai terdiri dari 2 (dua) tingkatan, yaitu:
a. Orientasi Perpustakaan. Program ini berfokus pada tujuan agar para peserta mengetahui keberadaan Perpustakaan dan layanan-layanan yang tersedia dan memungkinkan peserta belajar mengenai pemanfaatan Perpustakaan secara umum: misalnya mengenai jam buka perpustakan; cara menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan, dan cara peminjaman bahan pustaka.
b. Instruksi bibliografi. Program ini berfokus pada tujuan agar peserta dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk suatu tujuan khusus dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dan bahan pustaka yang ada di Perpustakaan.
3. Di samping pembagian di atas, Rice (1981) membagi pendidikan pemakai ke dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu Orientasi Perpustakaan, Pengajaran Perpustakaan dan Pengajaran/ Instruksi Bibliografi.
1. Tujuan umum dari kegiatan pendidikan pemakai adalah agar pemakai perpustakaan dapat memanfaatkan semua bentuk sarana dan layanan perpustakaan dengan mudah dan efektif.
Alasan perlunya diadakan pendidikan pemakai adalah sebagai upaya untuk menghindari kebingungan pemakai dalam menggunakan layanan Perpustakaan, di samping untuk memperkenalkan situasi dan kondisi Perpustakaan.

Materi Pendidikan Pemakai

1. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 (dua) tingkatan pendidikan, yaitu orientasi perpustakaan dan instruksi bibliografi. Tetapi Ruce (1981) menambahkan tingkat pengajaran perpustakaan sebagai tingkat atau tahap antara orientasi perpustakaan dan instruksi bibliografi.
2. Secara umum materi yang diberikan dalam program orientasi perpustakaan hampir sama untuk setiap jenis kegiatan perpustakaan, yaitu mengenai pengenalan perpustakaan secara umum. Perbedaannya hanya terletak pada kedalaman penjelasan atau materi yang diberikan.
3. Pengajaran Perpustakaan adalah program lanjutan dari orientasi Perpustakaan. Materinya biasanya mencakup pengenalan sumber informasi yang terdapat di perpustakaan mengenai subjek tertentu serta teknik penggunaan sumber informasi dan perpustakaan yang efektif dan efisien.
Sedangkan dalam Instruksi Bibliografi, materi yang diajarkan lebih condong sebagai langkah persiapan atau sebagai dasar penelitian dalam rangka menyusun karya akhir. Di perguruan tinggi, level ketiga ini bisa ditawarkan melalui mata ajar formal sebagai bagian dari kurikulum.

Metode dan Strategi Penyelenggaraan Pendidikan Pemakai

. Menurut Kosterman suatu metode pengajaran yang baik harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. dapat mengkomunikasikan tujuan-tujuan yang telah dibuat;
b. dapat membuat peserta tertarik untuk memperhatikan dan memotivasi mereka untuk perhatian penuh terhadap apa yang sedang diajarkan;
c. dapat mendorong peserta untuk ambil bagian dengan menolongnya mempersiapkan pelajaran – pelajaran;
d. dapat ditindaklanjuti;
e. dapat memberikan umpan balik untuk menguji efektivitas metode tersebut melalui indikator-indikator yang jelas.

1. Beberapa teknik atau metode yang dapat digunakan dalam pendidikan pemakai perpustakaan, antara lain: Presentasi atau Ceramah, Tour Perpustakaan, Penggunaan Audio Visual, Permainan dan Tugas Mandiri, Penggunaan Buku Pedoman atau Pamflet, dan pemberian latihan. Masing-masing metode dapat dikombinasikan agar penyampaian materi pendidikan dapat lebih efektif.
Penentuan metode yang akan diterapkan tergantung pada kemampuan masing-masing perpustakaan, kesiapan pustakawan dan kebutuhan dari peserta pendidikan.

. Evaluasi program pendidikan dapat diartikan sebagai kegiatan pengumpulan dan analisa informasi yang berkaitan dengan input, variabel-varabel yang mempengaruhi proses pendidikan, dan output.
2. Dalam konteks pendidikan pemakai Perpustakaan, evaluasi juga dimaksudkan untuk mengetahui dampaknya terhadap penggunaan Perpustakaan dan suatu sistem informasi.
3.. Tujuan dasar evaluasi program pendidikan adalah untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam pembuatan keputusan mengenai penyelenggaraan pendidikan yang telah dilakukan melalui proses pengumpulan dan analisa informasi.
3. Dilihat dari metode yang digunakan dalam pengumpulan dan analisa data, ada 3 (tiga) jenis evaluasi, yaitu psikometrik, sosiologis, dan iluminatif atau responsif.
4. Sedangkan bila dilihat dari waktu pelaksanaan evaluasi maka pada umumnya ada 2 (dua) jenis evaluasi, yaitu formatif dan sumatif.
5. Untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan dan dampaknya terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pemakai perpustakaan sebagai hasil belajar maka dapat digunakan pengukuran keberhasilan program pendidikan yaitu: ukuran objektif dan ukuran subjektif.
6. Ukuran objektif berfokus pada ragam perilaku yang ingin dicapai sebagai hasil belajar meliputi pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan ukuran subjektif dilakukan untuk mengukur sejauhmana pemakai merasa nyaman atau percaya diri (sikap) atas kemampuan mereka dalam menggunakan perpustakaan.
7. Indikator pencapaian hasil belajar atau manifestasi dari perubahan dan perkembangan perilaku setelah mengikuti program pendidikan pemakai dapat





INISIASI 8
Peningkatan Kualitas Layanan Pemakai

Keberhasilan organisasi dalam memasuki lingkungan global dipengaruhi oleh (4) empat faktor yaitu :
1) Kecepatan organisasi dalam merespon kebutuhan pemakai/konsumen;
2) Fleksibilitas personil dalam penyesuaian diri dengan perubahan lingkungan bisnis, kemampuan belajar keterampilan baru, kebersediaan memasuki lingkungan baru yang sama sekali belum pernah dikenal;
3) Keterpaduan antara organisasi dengan stockholder untuk memenuhi kebutuhan pemakai; dan
4) Kemampuan organisasi untuk menciptakan produk baru dan proses baru untuk memenuhi perubahan kebutuhan pemakai/konsumen.
2. Penyediaan jasa dan produk perpustakaan harus berangkat dari anggapan bahwa pemakai perpustakaan adalah konsumen dari segala produk yang dihasilkan (user oriented services)
3. Penilaian atau kriteria mengenai Perpustakaan yang baik dikemukakan Sutarno (2006) sebagai berikut:
a. terwujudnya kinerja dan performa perpustakaan yang optimal;
b. mampu memberikan layanan yang memuaskan kepada pemakai;
c. terjadi alih/ perpindahan informasi (transfer information) dari sumbernya di perpustakaan kepada pemakai;
d. dalam jangka panjang adanya perubahan pada pemakai perpustakaan dalam hal pengetahuan dan pengalaman, wawasan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap serta perilaku (attitudes).
4. Layanan perpustakaan yang efektif, yaitu layanan yang dapat memenuhi keinginan pemakai dalam hal:
a. penyediaan informasi yang sesuai dengan keinginan pemakai;
b. waktu yang tepat, leluasa, memadai dan tidak terlalu mengikat;
c. kebebasan, tata cara dan akses informasi, tidak kaku dengan pengawasan longgar, tetapi tertib, kondusif dan simpatik.
d. suasana yang menyenangkan, aman, tenang, dan tentram.
e. sikap dan perilaku petugas yang penuh perhatian, ramah, bersifat membimbing, dan menguasai masalah;
f. tata tertib perpustakaan yang sederhana;
g. adanya fasilitas dan kemudahan dalam menggunakan fasilitas dan sumber informasi di perpustakaan;
h. memberikan kesan yang baik, menyenangkan dan memuaskan sehingga menimbulkan keinginan pemakai untuk kembali lagi;
i. dan berorientasi pada kebutuhan pemakai.
5. Metode Pengukuran Kepuasan Pemakai
a. Rumusan kepuasan dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan yaitu sebagai berikut:
Jika harapan < kenyataan maka sangat puas
Jika harapan = kenyataan maka puas
Jika harapan > kenyataan maka tidak puas
b. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan pemakai menurut Kotler yaitu antara lain:
1) Sistem keluhan dan saran
2) Survei kepuasan pemakai
3) Ghost shopping
4) Analisis kehilangan pemakai (lost customer analysis)

1. Layanan prima perpustakaan merupakan suatu bentuk layanan personal staf Perpustakaan terhadap pemakai Perpustakaan. Seluruh staf perpustakaan atau pustakawan harus bersifat proaktif untuk dapat memberikan layanan ini.
2. Sasaran Layanan Prima:
a. Memuaskan Pemakai
b. Meningkatkan loyalitas pemakai
c. Meningkatkan jumlah pengunjung dan kualitas layanan
d. Meningkatkan nilai perpustakaan
3. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi upaya pelayanan prima suatu perpustakaan seperti disampaikan oleh Martiningsih (2007), antara lain sebagai berikut:
a. Faktor Kesadaran
b. Faktor Aturan
c. Faktor Organisasi
d. Faktor Keterampilan dan Kemampuan
e. Faktor Sarana Pelayanan


LATIHAN 3
1. Identifikasi layanan perpustakaan yang ada di lingkungan kerja Anda, lalu simpulkanlah temuan Anda, apakah layanan yang ada telah sesuai dengan keinginan pengguna?
2. Ilustrasikan mengenai bentuk perpustakaan menurut paradigma lama dan paradigma baru!
3. Jelaskan perbedaan antara sistem temu kembali dengan sistem intern dan sistem ekstern!
4. Ada berapa jenis layanan perpustakaan digital yang sekarang ini kita kenal, Jelaskan!
5. Dari sekian layanan perpustakaan digital yang tersedia, mana yang paling Anda sukai? Jelaskan jawaban Anda!
6. Jelaskan perbedaan antara Web Browsing, Home Page, Web Page dan Web Site.

2 komentar:

  1. boleh tau gak, sumber catetan teori layanan perpustakaan ini dari buku apa ?

    BalasHapus
  2. metode pendidikan pemakai selain dari itu ada metodenya pendidikan pemustaka melalui website atau homepage...
    tolong jelaskan pendidikan pemustaka melalui websiteapa keuntungan dan kerugian,dan bagaimana penerapannya ?
    " thanks "

    BalasHapus